CARA BETERNAK
AYAM KAMPUNG
Penulis
jadi teringat, sewaktu penulis masih kecil, hehe..., ia, dulu sewaktu penulis
masih ada di usia bocah, penulis sering di ajak pulang kampung ke rumah kakek
dan nenek, di sana halaman samping kanan,samping kiri, halaman depan dan
halaman belakang, bisa di bilang cukup luas. Disana kakek dan nenek memelihara
banyak ternak unggas, yaitu ayam, bebek, dan anggsa, pasti semua orang sewaktu
kecilnya merasa sangat senang bila melihat kumpulan ayam indukan atau ayam
anakan, saya pun demikian. Dan sekarang kita akan membahas cara beternak ayam
kampung.
Yang diperlukan adalah
1.Kandang atau tempat berteduh, ini
diperlukan karena bila ayam terlalu lama terkena hujan, maka akan menjadi
rentan terkena penyakit, fungsi kandang pun masih banyak misalnya untuk menunjukan
batas kepemilikan area, dan untuk memperluas daerah gerak pada ayam.
2.Tempat minum, bila air tidak
tertampung maka air akan menyusut ke permukaan tanah, sebenarnya air bisa
tertampung di kubangan atau tanah yang cekung, namun itu juga akan menyusut, dalam
kurun waktu yang relatif sebentar.
3.Tempat pakan, jadilah peternak yang
bersih dan sehat, maka siapkan tempat pakan, agar pakanan ayam tidak
berserakan, tidak terjangkau oleh ayam dan menjadi sia-sia. Hal tersebut juga
akan menyebabkan menjamurnya pakanan ayam dan menjadi penyakit, karna itu
jagalah kebersihan.
4.Buatkan atau siapkan tempat untuk
bertelur, hal ini harus ada karena dalam kurun waktu tiga bulan sekali ayam
betina akan bertelur. Hal ini juga yang di hawatirkan, bila tempat bertelur
tidak ada atau belum teratur, di karenakan ayam akan selalu mencari tempat
untuk bertelur, bila tiba saat bertelur, terkadang tidak semua telur bisa
menetas, dan lepas dari pengawasan induk ayam dan peternak ayam.
5.Sepasang ayam indukan, ia, karna
setidaknya untuk delapan puluh persen keberhasilan telur bisa menetas kita
membutuhkan induk pejantan dan indukan betina, untuk masing-masing telur yang
ada setidaknya membutuhkan waktu dua puluh satu hari untuk pengeraman atau
penetasan, atau bisa juga menjual telurnya saja, karna satu butir telur ayam
kampung di hargai dua ribu. Dan seekor ayam kampung biasanya dapat bertelur
hingga sepuluh butir telur, dalam satu periode bertelur.
Cukup menjanjikan
bukan...,
Sekian, terima kasih.., tetap
semangat dan terus berusaha...,
(SALAM DARI, PENULIS...,)
No comments:
Post a Comment